Menanggapi comment – comment di post sebelumnya dan daripada menambah content OOT, lebih baik gw buka post baru aja deh. Thx for chel🙂

Yah, buat kalangan blogger dan kaskuser tentunya, inisial di atas. Ya! Siapa lagi kalau bukan KRMT Roy Suryo Notodiprodjo. Itu tuh “pakar telematika metadata” yang sering muncul di TV kalo ada kasus foto – foto syur artis – artis kita. Belakangan ini, dia kembali muncul ke permukaan. Sebabnya apa? Dalam kasus defacing situs depkominfo , dia menuding blogger dan hacker sebagai pelakunya. What the hell? Bahkan gw yang baru “merasa” jadi blogger ga ngerti apaan tuh hacking and defacing. Bahkan gambaran teknis secara general aja ga tau, masak udah dituduh melakukan hacking? Ampun Tuhan. Oleh karena hal tsb, dia semakin terkucil dari dunia blogger. Berikut beberapa kutipan dari blog – blog tetangga :

Dari blog Sunaryo Hadi :

Situs Depkominfo di deface, blogger ikut dituduh!

Usai saya membaca berita Roy Suryo: Pelakunya ‘Mereka’! Tunggu Aksi Saya, saya agak tertegun dengan ancaman yang dilayangkan Roy Suryo bagi para blogger (yang dikatakan sebagai blogger yang selalu bertindak negatif). Bagaimana mungkin menyama-ratakan blogger dengan hacker?

Blogger yang dimaksud Roy Suryo tentunya adalah orang yang nge-blog. Blog sendiri adalah sebuah catatan harian yang bersifat pribadi, yang isinya bisa berupa catatan harian, komentar, kritik dan lain-lain, dari orang yang menulis blog tersebut. Adalah hal yang aneh bagi saya, jika Roy Suryo kemudian menuduh blogger melakukan deface situs Depkominfo. Menurut saya, mayoritas orang yang ngeblog, bukan pakar TI yang sanggup mendeface situs, apalagi situs sekelas Depkominfo (yang notabene banyak orang TI-nya). Tuduhan ini sangat membabi-buta, dan bahkan akhirnya saya jadi benar-benar tidak mengerti apa maksud “blogger yang bertindak negatif” seperti yang dikatakan Roy Suryo tersebut.

Di sisi lain, mungkin Roy Suryo lebih tepat menuduh kelompok Hacker saja. Kalau kebetulan hacker tersebut mempunyai blog, bukan berarti menuduh kelompok blogger. Menurut wiki lagi, hacker disini artinya seseorang (karena biasanya pelaku hacker adalah perseorangan, bukan jamaah) yang berhasil menembus sebuah sistem komputer dan sistem keamanan jaringan.

Jadi carilah pelaku kriminalnya. Ada hikmah tersendiri bagi yang di hack (note: server server saya pernah dihack berkali-kali) untuk selalu mengawasi dan menjaga sistemnya. Ancamannya bukan cuma orang lokal kok, karena server kita ini terbuka ke seluruh dunia.

Doh!

Kemudian dari cakwid.net

Situs Depkominfo diacak-acak ter-deface (berubah wajah) sepekan setelah disahkannya Undang-undang Transaksi dan Elektronik (ITE)

Pelaku deface menayangkan foto cowok bertelanjang dada, wajahnya berupa pria berkumis dengan rambut poni panjang menutupi sebagian keningnya. Saya sendiri tidak tahu wajah aslinya karena hanya membaca beritanya di detikinet, mungkin yang dimaksud adalah Raden Mas Roy Suryo.

Pesan yang ditinggalkan pelaku deface, “Selamat yeee pemerintah * suit suit *
kami mengucapkan selamat atas disahkannya UU ITE dan pornografi. Dengan ini kami menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap pemerintah. Buktikan UU iniBuktikan UU ini dibuat bukan untuk menutupi kebodohan pemerintah. cihuyyyyyyyyyyy…..”

Roy Suryo menuding “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif.”

We lha dalah… ngapain om Roy nyebut-nyebut blogger segala? Maksudnya apa blogger disandingkan dengan hacker?

Entah mengapa Roy Suryo seperti menyimpan dendam dengan blogger. Roy Suryo yang selama ini dikenal di televisi sebagai pakar TeleMatika mungkin merasa terkucil di dunia maya yang seharusnya menjadi dunianya orang telematika. Sedikit sekali opini masyarakat internet yang positif terhadap Roy Suryo, sebagian besar pendapat masyarakat di internet bernada sinis mengenai pakar perlendiran yang satu ini.

Roy Suryo sepanjang yang saya ketahui tidak memiliki website atau blog di internet, entah karena tidak bisa bikinnya atau takut diisi komentar-komentar negatif tentang dirinya. Roy Suryo selama ini memanfaatkan media televisi untuk menampilkan diri sebagai seorang pakar, ungkapan favoritnya adalah kontrol-A,kontrol-C,kontrol-V untuk menggambarkan mudahnya penyalinan suatu file komputer,suatu istilah yang membuat berdecak kagum masyarakat yang belum tahu komputer .

Roy Suryo telah banyak mempublikasikan hasil penelitiannya terhadap gambar-gambar porno sehingga tidak heran jika Roy Suryo sering disebut pakar pornomatika sesuai spesialisasi kepakarannya menentukan gambar porno itu asli atau palsu. Dengan disahkannya UU ITE yang mencakup pelarangan pornografi, bisa dipastikan Roy Suryo bakal kehilangan salah satu kegiatannya memelototi meneliti gambar porno.
Namun selain meneliti foto porno Roy Suryo juga pernah mengklaim menemukan video lagu Indonesia Raya 3 Stanza hasil copy-an dari komputer temannya, mungkin suatu saat nanti jika tidak ada lagi kerjaan om Roy akan mengungkap Lagu Kucing Garong 5 Stanza😀

Jadi, udah ada bayangan kan kira – kira gmn polah manusia satu ini? Ada yang lebih gila lagi. Ini gw ambil dari kaskus.us :

PREVIEW

Roy Suryo adalah orang awam yang menganggap dirinya sebagai pakar telematika. Nama lengkap berikut gelarnya adalah KRMT Roy Suryo Notodiprojo. Roy Suryo bisa menjadi terkenal karena kemampuannya menetek pada kebodohan segelintir wartawan di Indonesia yang malas melakukan cross check berita ke pakar yang sesungguhnya

GAYA KHAS

dalam membodohi publik, roy suryo biasanya menggunakan kata kata berikut :

* Metadata = Pemalsuan metadata artinya mengganti beberapa bagian dari isi pesan tersebut. Bener gag ne?
* 68% = 68% berasal dari pernyataan Roy Suryo bahwa dari seluruh anggota Friendster, 68%-nya adalah Palesu. Dan tentunya angka 68% ini berasal dari estimasi yang tidak berdasar.
Angka 68% adalah angka mistis paling populer dari Roy Suryo, tetapi selain 68%, ybs pernah mengeluarkan angka-angka mistis lain seperti 88%, 48% dan 28%.
* Trend Sesaat = Percayalah pada Roy Suryo, satu-satunya Pakar Telematika di INDONESIA bahwa Blog adalah Trend Sesaat™
* Tidak kompeten = dan merasa dirinya paling kompeten
* Katarsis
* Karakter Asinan = merupakan plesetan dari “Character Assassination”, sebuah istilah yang sering dilontarkan Roy Suryo terhadap tokoh-tokoh protagonis.
* Norak = karena roy suryolah yang paling tidak norak
* Mendambakan Sesuatu Seperti Sediakala = pernyataan yang dilontarkan ketika dia menemukan lagu indonesia raya versi zaman penjajahan diserver milik belanda
* Kemane Aje Lu = khas sang ruy suryo
* Saya yakin bahwa itu palsu = karena roy suryolah pakar telematika yang terbaik
* Ke mana-mana ROY SURYO selalu ditemani benda pusaka: tiga handphone, sebuah handy talkie, dan laptop. Itu belum apa-apa. Delapan parabola dan sepuluh televisi ngendon di rumahnya—beberapa rakitan sendiri. Menurut dia, letak Indonesia di garis katulistiwa kerap dilewati berbagai satelit, “Bodoh kalau kita tak memanfaatkannya untuk gratisan,” tuturnya sambil terbahak. Kesepuluh televisi itu ada di berbagai sudut rumahnya, termasuk di kamar mandi. Dan itulah tempat favoritnya membaca buku, atau mandi sambil nonton televisi.
* Cara tidurnya tidak biasa: tidur di atas jam tiga dini hari dan bangun pukul 05.00. Kesempatan lain untuk tidur di taksi atau pesawat. “Bukan waktu tapi kualitasnya,” komentarnya soal tidurnya.
* perkataannya halus diawal
* tiba-tiba “meledak” walaupun disamarkan dalam kata2nya yg tetap halus
* dalam kalimatnya selalu ada narsisme
* selalu menyebut orang2 terkenal dlm commentnya
* bersandiwara seakan-akan ia hanya teman/kenalan RS walaupun dalam kenyataan tulisannya ia sangat memahami “who is”
* sering mengatakan “telah melakukan pengajian teknologi” dalam membuktikan suatu masalah

EJEKAN

sindiran yang manis buat roy surryo oleh beberapa komunitas :

* Kampret, ini adalah cara paling umum untuk menyebut gelar kebangsawanan KRMT
* Kermit, cara lain untuk menyebut gelar KRMT
* You Know Who
* Kutu KRMT
* KRMT = Keren Rapi Manis Terdidik
* Sang Pakar
* Pelawak Digital
* Pakar Pornomatika, karena kecenderungannya untuk melibatkan diri dalam berbagai kasus foto panas, seperti misalnya Bjah, Artika Sari Dewi, dlls.
* Sang Pembina, karena upayanya membina Priyadi dan Herman Saksono
* GildeRoy karena mirip dengan karakter Gilderoy Lockhart di film Harry Potter
* Sang Tebar Pesona, karena seringnya tebar pesona bila ada sesuatu tentang telematika indonesia

LAIN LAIN

1. Roy Suryo disinyalir adalah penyebab seringnya terjadi kecelakaan pada Tol Cipularang di sekitar KM 68.
2. Roy Suryo sebenarnya bukan ahli telematika melainkan ahli aritmatika, terbukti dia mampu menghitung data statistik dengan sangat cepat (contoh : 68%)
3. Roy Suryo merupakan ahli telematika yang menguntungkan bagi provider Telekomunikasi, buktinya setiap ada berita baru selalu kirim SMS pada Wartawan
4. Roy Suryo merasa berhak menentukan menteri, terbukti waktu dipilihnya Muhammad Nuh menjadi Menkoinfo Yang baru, dia SMS ke wartawan kalo dia tidak mengenal Muhammad Nuh.
5. Roy Suryo mengangap dirinya sebagai ‘Penemu’ versi asli lagu ‘Indonesia Raya’.
6. Roy Suryo seorang “antek penjajah jepang”, dari video lagu “Indonesia raya” yang dia sebarkan menggambarkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari jepang dengan adanya “Diperbolehkan Merdeka”

Yaoloh Tuhan, udah kek gitu masih aja ni orang ngeles2. Sampai suatu ketika ada seorang blogger bernama Riyogarta mengajukan undangan untuk diskusi terbuka ke RS. Isinya :

Undangan Dialog Terbuka Untuk Sdr. Roy Suryo (Version 2.5)
Dikirim oleh Riyogarta dalam Spesial

“Dengan sangat senang, yang disebut ‘Dialog Terbuka’ adalah diskusi secara nyata dan bertanggung jawab,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (1/4/2008).

Roy memastikan siap hadir dalam acara itu secara profesional seperti layaknya acara seminar. “Tolong mereka menyiapkan tempat umum yang ilmiah seperti kampus, diliput media, dan hadir secara nyata. Saya tidak melayani diskusi maya,” tegas dosen UGM Yogyakarta itu.

sumber: Okezone

Untuk menanggapi kutipan berita diatas, saya dengan ini mengundang secara resmi Sdr. Roy Suryo untuk hadir dalam acara Dialog Terbuka yang akan membahas tema isu seputar blogger terkait dengan statemen-statemennya yang telah dikeluarkannya di media massa.

Acara akan diselenggarakan pada:

logoUBL
Hari / Tanggal : Jumat, 15 18 11 April 2008
Tempat : Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta
Waktu : 10.00 13.00 09.00 – 11.00 WIB
Acara : Dialog terbuka antara Riyogarta & Roy Suryo dengan tema seperti yang telah diutarakan diatas.

Fasilitas:

* Ruangan ber-AC dengan kapasitas 250 orang
* LCD Proyektor
* Sound System
* Snack bagi pembicara dan peserta
* Liputan media
* Live Streaming yang disediakan oleh Universitas Bina Nusantara
di http://www.binus-access.com/bee-watch/diskusi.html

Pendaftaran dilakukan di Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta 2 jam sebelum acara dimulai (08.00 – 10.00 09.00 – 13.00 07.00 – 09.00 WIB). Pendaftaran tidak dipungut biaya.

Bagi pembicara dan moderator disediakan transportasi didalam kota dari dan ke Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta.

DICARI:

Seorang sukarelawan yang bersedia menjadi moderator dalam acara dialog terbuka ini. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi moderator adalah:

* Mengerti dunia teknologi informasi beserta perkembangannya.
* Mampu menempatkan dirinya sebagai seorang yang netral
* Diutamakan mereka yang berprofesi sebagai pengajar di perguruan tinggi (optional).

Karena keterbatasan dana yang dimiliki panitia, mohon maaf kami tidak menyediakan honor bagi pembicara dan moderator.

Terimakasih kepada:

* Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta yang telah menyediakan waktu dan tempat beserta fasilitas untuk terselengaranya acara ini.
* Okezone sebagai partner terselenggaranya acara ini.
* Universitas Bina Nusantara yang telah menyediakan fasilitas Live Streaming.

Salam,

Riyogarta
Website: http://www.riyogarta.com
Email: me at riyogarta.com
Telp: 0855-100-7204

Dan hasillnya :

Riyo & Roy, Membuat Blogger Positif Untuk Indonesia

Dialog terbuka antara Roy Suryo dan Riyogarta mengenai blogger di Indonesia ini akhirnya terselenggarakan juga. Acara yang ditayangkan secara live-streaming oleh univ. Bina Nusantara dan didukung oleh OkeZone dan univ. Budi Luhur tersebut berjalan cukup lancar tanpa gangguan yang berarti. Hanya saja lama acara yang sebelumnya diset dua jam molor menjadi tiga jam, itupun menurut Riyogarta masih belum cukup. Kenapa bisa begitu?

Pertemuan Roy dan Riyo pada hari ini dimoderatori oleh seorang blogger yang mengaku belum cukup terkenal (padahal sepertinya namanya cukup familiar di kalangan blogger) yaitu Abimanyu. Acara dibuka dengan sedikit kata pengantar dari rektor univ. Budi Luhur yaitu Prof. Dr. Tb. Ronny Rahman Nitibaskara dan kemudian dari pihak univ. Bina Nusantara. Setelah itu, Abimanyu selaku moderator memulai acara dengan menekankan bahwa acara hari ini bukanlah ajang untuk mem-“bantai” atau sidang kepada Roy Suryo, karena memang dari awalnya tujuan acara tersebut adalah dialog belaka.

Keadaan ruang teather univ. Budi Luhur sebelum acara dilangsungkan

Riyo yang mendapat giliran pertama mengemukakan pendapatnya segera menampilkan sebuah screenshot dari detikinet yang menuliskan pernyataan Roy mengenai terlibatnya blogger dan hacker dalam kasus defacing situs depkominfo dan partai golkar. Setelah itu Roy menjelaskan bahwa sering terjadi mispersepsi karena wartawan yang meliput atau mewawancarai dia sering kali hanya menuliskan sebagian kecil dari apa yang dia jelaskan secara panjang lebar. “Memang benar saya mengatakan kalau blogger itu tukang tipu. Tetapi itu saya katakan diakhir penjelasan saya yang panjang. Saya ada kok menyebutkan beberapa nama blogger yang benar seperti mas Wicak dari Tempo atau Wimar. Tapi kalau hanya bagian terakhir yang digunakan untuk membuat judul yang bombastis, ya repot,” cerita Roy sewaktu menanggapi berita yang ditampilkan Riyo tersebut.

Riyogarta, Abimanyu dan Roy Suryo

Setelah itu banyak lagi isu-isu yang diangkat oleh Riyo seperti perbedaan blogger dan hacker dan peran mereka yang sebenarnya penting dalam perkembangan dunia teknologi di Indonesia ini. “Anda(Roy) mengatakan kalau anda kasihan terhadap situs Depkominfo dan partai Golkar. Tetapi apakah anda tidak merasa kasihan terhadap para blogger dan hacker yang dirugikan akibat pernyataan anda itu?” tantang Riyo kepada Roy. Roy sendiri menjelaskan kalau definisi dari blogger negatif adalah mereka yang hanya bisa membaca dan mengutip berita atau informasi yang salah dari sebuah sumber tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu ke sumber informasi tersebut dan kemudian menyebarkan informasi tersebut.

Live streaming dari univ. Binus

Situasi sempat memanas sewaktu Riyo menghadiahkan sebuah domain blog kepada Roy untuk menanggapi ajakan Roy kepada masyarakat untuk membangun komunitas blogger yang baik dan positif di Indonesia ini. Riyo mengatakan bila Roy ingin mengajak masyarakat, maka sebaiknya dia memberi sebuah contoh yang baik dulu bagaimana menjadi seorang blogger yang positif dengan membagi ilmu dan pengalamannya kepada masyarakat luas atau meluruskan mispersepsi yang ada di blog tersebut. Sayangnya Roy menolak domain tersebut dengan berkali-kali menyatakan kalau dipakai atau tidaknya blog tersebut adalah sebuah pilihan. Menanggapi penolakan tersebut Riyo hanya menyatakan dia menghargai keputusan Roy dan memang itu sebuah pilihan.

Situasi sempat memanas namun berhasil diredam oleh moderator Abimanyu

“Semua itu adalah sebuah pilihan!”

Acara yang seharusnya selesai pada jam 11.00 tersebut pun akhirnya molor menjadi selesia pada jam 12.00 lewat. Riyo yang ditemui pada akhir acara ini menyatakan kalau dia kurang puas dengan hasil yang didapat karena waktu yang terlalu singkat. Bahkan pertanyaan-pertanyaan titipan para blogger tidak sempat dikeluarkan sama sekali. Meskipun demikian, Riyo mengatakan bahwa Roy Suryo bersedia dan benar-benar hadir di acara tersebut pun sudah lebih dari cukup.

Sportivitas yang tinggi. Sayang fotonya agak blur.

Demikianlah liputan singkat dari acara dialog terbuka antara Riyogarta dan Roy Suryo ini dipersembahkan oleh Disitu.com. Suka atau tidak, semua itu adalah sebuah pilihan.

Sejauh ini baru sampai situ perkembangannya. Mungkin nanti teman – teman bisa memberikan feedback dan info ke saya kalo ada yg ngaco2 lagi🙂

Yang membuat gw ga habis pikir, kok bisa – bisanya yah ini orang keep talking di media padahal udah segitu banyak hujatan kepada dirinya. Bahkan di diskusi terbuka pun dia masih bisa mengelak. Trus, kok gada pakar IT laen yang mau angkat bicara dan memberikan info yang jelas dan akurat? Gw sih jujur capek dengernya. Kayak kita ngeliat orang ga tau apa2 tapi sotoy ngomong, cuma kita ga bisa ngapa2in karena kita bukan siapa – siapa yang punya kredibilitas. Gw berharap pakar – pakar lain yang punya kredibilitas bisa ikut angkat bicara. Saya sungguh berharap. Mungkin banyak orang selain saya yang merasakan hal yang sama.

Akhirnya, semoga post ini bisa membuat ybs sadar dan ngaku salah….